Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Wednesday, November 3, 2010

Umur Justin Bieber Sebenarnya 51 tahun bukan 16 tahun, Benarkah?


Pria dengan nama asli Michael Cote tersebut menyamar sebagai idola remaja selama bertahun-tahun dengan menggunakan wig dan topeng karet.



Analisa dari FBI menemukan bahwa lirik lagu-lagu Justin Bieber berisi kata-kata yang bertujuan untuk memanipulasi pikiran gadis-gadis di bawah umur.



Terbongkarnya identitas penyamaran Michael Cote sebagai Justin Bieber terungkap setelah topeng yang ia kenakan terlepas di tengah konser.



Selebriti Kim Kardashian yang pernah digosipkan menjalin hubungan dengan Justin Bieber pingsan setelah mendengar kabar tersebut. Sementara rapper remaja Jasmine Villegas yang pernah memberikan oral seks kepada Justin Bieber dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan terkait dengan berita bahwa Justin Bieber adalah seorang pria berusia 51 tahun yang menyamar.

Download Disini

Sunday, October 31, 2010

Letusan Merapi Tercatat Hingga Lima Kali


BOYOLALI, KOMPAS.com - Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Boyolali, Jawa Tengah, mencatat gunung berapi di perbatasan wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta ini telah meletus sekitar empat hingga lima kali pada Minggu (31/10/2010) sore.

"Letusan terjadi pada rentang waktu antara pukul 14.28 hingga 15.17 WIB," kata Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Boyolali, Purwono.

Namun, lanjut dia, dari pos ini tidak diketahui ke arah mana material Merapi yang disemburkan tersebut.

Ia menuturkan, saat letusan pertama sempat dilaporkan arah letusan ke Selatan. "Setelah itu tidak diketahui karena puncak Merapi tertutup kabut tebal," katanya.

Petugas pos pengungsian Samiran, Kecamatan Selo terus mengevakuasi para penduduk yang berada di kawasan rawan letusan Merapi. Sejumlah desa di lereng Merapi, seperti Sumber, Bakalan, serta Stabelan, terus dievakuasi.

Selain itu, dilaporkan kawasan Kecamatan Cepogo diguyur abu vulkanik atau hujan abu, menyusul erupsi yang terjadi pada Minggu Sore ini.

Sumber : Kompas.com

MISTERI HUJAN DARAH DI INDIA

Misteri hujan darah di India ini memang sangat mengherankan. Kini, mari kita ungkap misteri hujan darah di India ini dengan sains. Anda semua juga bisa melihat video hujan darah India ini di bagian paling bawah!


Inilah penjelasan hujan darah atau hujan merah ini Lebih dari 500.000 meter kubik air hujan berwarna merah tercurah ke bumi. Pada mulanya ilmuwan mengira air hujan yang berwarna merah itu disebabkan oleh pasir gurun, namun para Ilmuwan menemukan sesuatu yang mengejutkan, unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi !



Menurut ilmuwan setempat unsur merah di dalam air tersebut adalah sel hidup, sel yang bukan berasal dari bumi

Hujan yang pertama jatuh di distrik Kottayam dan Idukki di wilayah selatan India. Bukan hanya hujan berwarna merah, 10 hari pertama dilaporkan turunnya hujan berwarna kuning, hijau dan bahkan hitam. Setelah 10 hari, intensitas curah hujan mereda hingga September.


Hujan tersebut turun hanya pada wilayah yang terbatas dan biasanya hanya berlangsung sekitar 20 menit per hujan. Para penduduk lokal menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Penduduk lokal juga melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.


Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh pemerintah India dan ilmuwan. Salah satu ilmuwan independen yang menelitinya adalah Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi.


Mereka mengumpulkan lebih dari 120 laporan dari penduduk setempat dan mengumpulkan sampel air hujan merah dari wilayah sepanjang 100 km. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab.


Hal ini pernah terjadi pada Juli 1968 dimana pasir dari gurun sahara terbawa angin hingga menyebabkan hujan merah di Inggris. Namun mereka menemukan bahwa unsur merah di dalam air tersebut bukanlah butiran pasir, melainkan sel-sel yang hidup.


Komposisi sel tersebut terdiri dari 50% Karbon, 45% Oksigen dan 5% unsur lain seperti besi dan sodium, konsisten dengan komponen sel biologi lainnya, dan sel itu juga membelah diri. Sel itu memiliki diameter antara 3-10 mikrometer dengan dinding sel yang tebal dan memiliki variasi nanostruktur didalam membrannya.


Namun tidak ada nukleus yang dapat diidentifikasi. Setiap meter kubik sampel yang diambil, terdapat 100 gram unsur merah. Jadi apabila dijumlah, maka dari Juli hingga September terdapat 50 ton partikel merah yang tercurah ke Bumi.


Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.


Karena partikel merah tersebut adalah sel hidup, maka para ilmuwan mengajukan teori bahwa partikel merah itu adalah darah. Menurut mereka, kemungkinan batu meteor yang meledak di udara telah membantai sekelompok kelelawar di udara. Namun teori ini ditolak karena tidak adanya bukti-bukti yang mendukung seperti sayap kelelawar yang jatuh ke bumi.


Dengan menghubungkan antara suara ledakan dan cahaya yang mendahului hujan tersebut, Louis mengemukakan teori bahwa sel-sel merah tersebut adalah makhluk ekstra terestrial. Louis menyimpulkan bahwa materi merah tersebut datang dari sebuah komet yang memasuki atmosfer bumi dan meledak di atas langit India.


Sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa doktoral dari Universitas Queen, Irlandia yang bernama Patrick McCafferty menemukan catatan sejarah yang menghubungkan hujan berwarna dengan ledakan meteor.


McCafferty menganalisa 80 laporan mengenai hujan berwarna, 20 laporan air berubah menjadi darah dan 68 contoh fenomena mirip seperti hujan hitam, hujan susu atau madu yang turun dari langit.


36 persen dari contoh tersebut ternyata terhubung dengan aktivitas meteor atau komet. Peristiwa-peristiwa tersebut terjadi mulai dari Romawi kuno, Irlandia dan Inggris abad pertengahan dan bahkan Kalifornia abad ke-19.


McCafferty mengatakan, “Å“kelihatannya ada hubungan yang kuat antara laporan hujan berwarna dengan aktivitas meteor, Hujan merah Kerala cocok dengan pola-pola tersebut dan tidak dapat diabaikan begitu saja.”


Jadi, apakah hujan merah di Kerala berasal dari luar bumi ? Sebagian ilmuwan yang skeptis serta merta menolak teori ini. Namun sebagian ilmuwan lain yang belum menemukan jawabannya segera melirik kembali ke sebuah teori usang yang diajukan oleh ahli fisika Sir Fred Hoyle dan Dr Chandra Wickramasinghe, teori yang disebut Panspermia, yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan di bumi ini berasal dari luar angkasa.


Menurut kedua ilmuwan tersebut pada mulanya di luar angkasa terdapat awan gas antar bintang yang mengandung bakteri. Ketika awan itu mengerut karena gravitasi untuk membentuk sistem bintang, bakteri yang ada di dalamnya tetap bertahan hidup di dalam komet.


Ketika komet itu terkena sinar matahari, panas matahari mencairkan permukaan es pada komet, bakteri-bakteri tersebut lolos dan tersapu ke planet-planet terdekat. Teori ini juga didasarkan pada argumen Charles darwin bahwa sesungguhnya bakteri memiliki karakteristis ‘luar bumi’.


Sumber

Thursday, October 28, 2010

Merapi Meletus Lagi Pukul 16.16 WIB

Puncak Gunung Merapi mengeluarkan asap solfatara yang terlihat jelas dari kawasan wisata Deles, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (25/10/2010). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menetapkan status Awas untuk Merapi setelah berdasarkan pemantauan kegempaan, deformasi, dan visual terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan.





YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas pada Kamis sore pukul 16.16 WIB.

"Awan panas kembali muncul, setelah pascaletusan pertama lalu yang terjadi pada Selasa," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo, di Yogyakarta, Kamis (28/10/2010).

Menurut dia, awan panas tersebut tergolong masih cukup kecil dengan radius luncuran mencapai sekitar 3,5 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi.

Namun, lanjut Subandriyo, pihaknya belum dapat memastikan arah luncuran karena kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi tidak terlalu baik.

Ia memperkirakan, luncuran awan panas tersebut akan diikuti dengan luncuran awan panas berikutnya sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada.

Selain itu, kata dia, luncuran awan panas tersebut akan diikuti dengan munculnya magma dan pembentukan kubah lava baru yang belum terlihat pascaletusan pertama lalu.

ANT
Sumber

Wednesday, October 27, 2010

Mbah Marijan Tewas Bersujud


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tim evakuasi korban letusan Gunung Merapi menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi sedang bersujud di rumah Mbah Marijan, Rabu (27/10/2010) pagi. Apakah jenazah tersebut Mbah Marijan atau bukan, petugas belum dapat memastikan identitasnya.

Kepala Humas dan Hukum RS dr Sardjito Yogyakarta Heru Trisna Nugraha, Rabu, mengatakan, saat ini jenazah lelaki mirip Mbah Marijan tersebut masih berada di Bagian Kedokteran Forensik RS dr Sardjito, Yogyakarta.

"Jenazah tersebut dibawa oleh anggota tim SAR dan masuk ke RS dr Sardjito sekitar pukul 06.15 WIB. Informasi yang kami peroleh dari petugas SAR yang mengantar, saat ditemukan, Mbah Marijan dalam kondisi memakai baju batik dan kain sarung."

Sebelumnya, kabar mengenai Mbah Marijan simpang siur. Sempat diberitakan, juru kunci Merapi itu ditemukan selamat dalam kondisi lemas. Saat terjadi sapuan awan panas itu, Mbah Marijan sedang shalat di masjid yang berjarak 100 meter dari rumahnya. Namun, dia menolak untuk dievakuasi dan tetap ingin berada di masjid.

Jumlah korban tewas di sekitar kediaman Mbah Marijan akibat letusan gunung teraktif di Indonesia hingga Rabu pagi tercatat 16 orang.

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komandan Angkatan Laut, Kolonel Pramono, mengatakan bahwa saat menuju rumah Mbah Marijan untuk melakukan evakuasi, tim ini menemukan 12 mayat, belum termasuk mayat yang ditemukan di rumah Mbah Marijan sebanyak empat orang.

Ia mengatakan, tim yang beranggotakan 38 orang ini melakukan evakuasi bersama dengan tim lain. Namun, hanya timnya yang berhasil mencapai puncak karena menggunakan truk meskipun harus menghadapi halangan pohon tumbang di jalan menuju rumah Mbah Marijan.(Krisdianto/Anita)

Sumber : tribunnews